Dengan fitur Hedging, Saat nya Berpindah ke Trading Platform MT5 ?

Hallo para pengunjung blog Dunia Valas ...
Setelah agak lama vakum dari blog, kini saya mencoba kembali bikin psot. Kali ini mau mencoba membahas platform trading terbaru dari MetaQuotes (yang sudah tidak baru lagi :D )yaitu MT 5. Apanya yang mau dibahas ? Fitur yang relative baru dong. Kita tahu kan bahwa platform Metatrader 5 (MT5) pada awalnya didesain untuk trading dengan sistem Netting position. Sistem Net Position ini hanya mengijinkan trader untuk mempunyai satu posisi saja pada setiap pair. Sehingga setiap operasi pada pair tersebut berujung pada seberapa besar volume trading pada posisi tersebut, dari nol (berarti tutup posisi) hingga Lot Maximal, ataupun pembalikan (reversal) posisi. Contoh, jika agan buy sebesar 1 Lot, kemudian beberapa saat kemudian agan sell sebesar 0,5 lot, maka posisi agan sekarang adalah buy sebesar 0,5 lot (1 - 0,5). Kalau kemudian agan sell lagi sebesar 1 Lot, maka posisi agan sekarang menjadi sell sebesar 0,5 lot (0,5 – 1). Contoh lain: agan buy 0.1 lot EU pada harga 1.200, kemudian buy lagi 0.1 lot EU pada harga 1.300, maka posisi agan akan menjadi buy 0.2 lot EU pada harga 1.250. Bagaimana bisa begitu ? ada perhitungan semacam weighted averaging yang diterapkan.

 Dari gambaran diatas, terlihat akan susah menerapkan strategi semacam locking, hedging, averaging pada suatu pair. Oleh karena itu untuk memfasilitasi para trader retail, maka MetaQuotes memperkenalkan mode perhitungan Hedging pada platform MT5 mereka. Hal ini memungkinkan kita para trader kecil untuk mempunyai banyak posisi dalam satu pair, termasuk posisi yang berlawanan sekalipun. Dengan demikian strategi semacam locking, hedging, averaging bisa diterapkan pada platform MT5. Mode Hedging pada MT5 adalah serupa dengan yang biasa kita temukan pada platform sebelumnya, yakin MT4. Sehingga tentunya tidak ada kesulitan yang berarti untuk memahami cara kerja mode ini. Nilai plusny adalah dengan menggunakan platform terbaru tentunya banyak fitur baru yang lebih bagus disbanding MT4, misal Strategy Tester yang bisa digunakan untuk multi pair, multi thread, cloud based network, dsb.

 Okay Next, Yang perlu diingat adalah bahwa Mode Hedging tergantung dari Account yang digunakan. Untuk memeriksa nya, agan bisa lihat di tab journal ketika Login. Agan juga bisa menggunakan script “AccountInfoSample” dari “Examples” seperti contoh.
Disitu akan terlihat pada baris ke-4, “Margin Mode : Hedging”. Sehingga MT5 ini bisa digunakan untuk banyak posisi pada satu pair. Jika pada MT5 agan yang muncul adalah “Netting”, maka agan tidak bisa menggunakan fasilitas ini, dan hanya bisa menggunakan Net Position saja. Untuk itu agan bisa menghubungi broker milik agan apakah sudah mendukung hal ini atau belum. Sebagai contoh disini Instaforex sudah mendukung untuk mode Hedging. Jika agan menggunakan server demo milik MetaQuotes, pastikan agan mencentang checkbox “Use Hedge in Trading”.
Pada mode Net Position untuk menutup posisi agan bisa mengambil posisi sebaliknya, misal posisi sekarang buy 10 Lot, maka tinggal sell 10 Lot dan posisi akan tertutup. Pada mode Hedging hal ini tidak lagi bisa dilakukan, untuk menutup posisi, agan harus meng klik tombol Close Position, sama dengan di MT4. Pada mode Net Position untuk membalik posisi (reverse) agan cukup mengambil posisi berlawanan dengan volume lebih besar dari posisi yang ada. Misal posisi sekarang lagi sell sebesar 5 Lot, kemudian sinyal mengatakan “buy”, dan agan ingin buy sebesar 10 Lot, maka agan harus mengambil posisi buy sebesar 10 + 5 Lot, yang ketika tereksekusi akan menyisakan 5 Lot posisi buy. Pada mode Hedging hal ini tidak bisa dilakukan, melainkan agan harus menutup dulu posisi sell, kemudian buka posisi buy sebesar 10 Lot. Pada mode Hedging, untuk perhitungan margin pada kondisi hedging menggunakan “Hedged Margin”.
Pada platform MT5 yang mendukung mode Hedging, terdapat penambahan jenis operasi trading, yaitu Close-By.
Fungsinya sama dengan Close-By pada platform MT4. Agan bisa menutup dua posisi yang berlawanan dalam satu pair. JIka kedua posisi mempunyai volume lot yang sama, maka keduanya akan tertutup. Apabila kedua posisi yang terpilih mempunyai volume lot yang beda, maka posisi dengan lot yang lebih besar akan berkurang sebanyak lot yang kecil. Misal posisi buy 1 Lot, Close-By sell 0, 5 lot, maka akan meninggalkan posisi buy 0,5 lot. Apa bedanya dengan Close yang biasa ? Bedanya pada spread, dimana untuk Close-By agan tidak kena spread karena menutup menggunakan posisi berlawanan. OpenPrice milik posisi kedua digunakan untuk menutup posisi pertama, dan OpenPrice milik posisi pertama digunakan untuk menutup posisi kedua.

 Demikianlah pembaruan yang terdapat pada platform MT5. Dengan perubahan ini tentunya akan memberi imbas pada peng koding an robot untuk MT5. Hal itu akan coba saya bahas pada kesempatan selanjutnya. Sumber : [url]https://www.mql5.com/en/articles/2299[/url]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peraturan Rally FX-1 InstaForex

Peraturan "One Million Option" oleh InstaForex