7 Kebiasaan Baik Trader
Banyak orang yang ingin mendapatkan uang dari trading, termasuk saya
. Teknologi yang ada sekarang semakin mempermudah hal itu. Setiap orang dapat mempelajari mekanisme atau cara kerjanya. Tapi, aspek yang tidak mudah dikontrol dalam trading adalah “mind game”.
Jangan pernah menyepelekan betapa pentingnya kekuatan mental dalam trading. Berubahlah dari sekedar tahu “bagaimana caranya” menjadi “siap mental menghadapinya”.
Cara berpikir yang benar dapat dihasilkan dari kedisiplinan diri yang tinggi dan kebiasaan baik. Tak terkecuali, semua trader yang bisa profit dengan konsisten telah memiliki hal ini. Beberapa diantaranya perlu usaha dengan keras, dan sebagian yang lain cukup mudah. Yang jelas, tidak ada dari mereka yang berhasil sukses dalam trading, jika tidak memiliki 7 kebiasaan baik ini. Butuh sekitar 21 hari untuk mengubah satu kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang baik. Jika ada 7, ya tinggal dikalikan
Sebelum mempelajari 7 kebiasaan baik ini, anda harus memahami mental dagang. Mental dagang berarti anda harus melihat pasar saham, FX dan pasar lainnya, sebagai penghasil keuntungan dalam setiap pergerakannya. Jangan bermental investasi. Anda tak perlu melihat profil perusahaan (atau negara), melihat pada grafik, membaca manajemennya, mempelajari pengembangan produknya, melihat neraca laba rugi perusahaan, mengikuti jumpa pers, dsb, dsb, sebelum trading. Itu semua tidak perlu, sederhana dan polosan saja.
Trader tak harus begitu. Jika terlalu banyak mempelajari itu, banyak waktu yang akan terbuang, dan mengurangi waktu trading. Seorang investor, setelah selesai melakukan pekerjaan diatas, mereka akan memantau sejenak saham-saham untuk "memastikan segalanya oke" sebelum bertindak. Tidak ada yang salah dengan pendekatan ini untuk sebuah investasi, tapi tidak membantu apapun untuk sebuah trading.
Tak ada jaminan bahwa investasi jangka panjang akan menghasilkan laba leebih besar dari pada “day trading” atau “swing trading” dengan jangka lebih pendek. Sebuah investasi jangka panjang akan lebih mudah, misalnya beli sebidang tanah, tunggu 10 tahun, jual kembali. Bandingkan dengan pedagang sayur harian, atau pedagang sapi/kambing musiman menjelang Idul adha
.
Trader cukup melihat pergerakan harga yang potensial. Trader tidak perlu mendalami neraca rugi laba perusahaan. Hanya berfokus pada sedikit, konsisten profit dengan resiko sekecil mungkin. Trader harian ataupun swing, melihat apa yang bisa dilakukan sekarang. Trader fokus pada "apa yang terjadi sekarang dan bagaimana saya bisa mendapat untung dari hal tersebut". Sedangkan investor fokus pada "bagaimana cara agar harga saham perusahaan terus naik." atau “bagaimana cara agar dolar terus turun sehingga posisi sell saya bisa profit”
Jika anda sudah paham mental dagang, mari kita lanjutkan :
#1: Trading hanya dengan risk capital.
Risk-capital berarti modal yang bisa “dibuang”, yang jika hilang tidak membuat anda kelaparan. Banyak orang memulai trading dengan uang yang tidak boleh hilang, bahkan dari hutang/kredit. Dengan begitu, takut kehilangan (fear) akan jauh lebih besar dari harapan keuntungan (greed), dan mereka trading dalam keadaan nervous dan tertekan. Cara yang lebih bijak untuk trading adalah dengan menetukan berapa banyak uang yang bisa anda “relakan” hilang secara finansial, kemudian, dari jumlah tersebut, tentukan berapa yang boleh hilang secara emosional. Alokasi modal secara finansial sangat berbeda dengan alokasi secara emosional. Segalanya bisa dan akan terjadi di pasar. Ubahlah kebiasaan anda untuk hanya mengalokasikan dana yang boleh hilang, baik secara finansial maupun emosional.
#2: Bertanggung jawab penuh atas OP anda sendiri.
Trader yang sukses, selalu bertanggung jawab dengan tindakannya sendiri dalam segala aspek kehidupan. dan jika hal ini dibawa dalam trading, akan sangat bagus. Hari genee…
, akan lebih mudah dan nyaman jika bisa menyalahkan dan mencari kambing hitam, ataupun berbohong pada diri sendiri. Trader yang sukses menyadari bahwa kegagalan maupun kesuksesan adalah milik mereka sendiri. Mungkin lebih nyaman jika menyalahkan brokernya market maker sih, sering requte sih, spreadnya gede sih, atau “wah ini hari sial saya”, tapi hal yang lebih penting adalah OP yang dilakukan adalah tanggung jawab di pundak, dan mereka paham itu. Anda bisa belajar dari trader berpengalaman, tapi ingat, apapun hasil yang anda dapat adalah tanggung jawab atas tindakan anda sendiri.
#3: Fokus pada satu-dua teknik saja.
Daripada selalu mencari-cari system atau teknik, trader yang sukses adalah mereka yang konsisten menerapkan satu-dua teknik saja. Trader pemula sering konsisten mencari
segala sesuatu untuk dicoba bahkan yang belum pernah di coba trading dengan strategi yang telah terbukti yang didapatkan dari membaca sana-sini. Membeli bukunya si anu, lalu si itu, dan seterusnya sampai punya buku tentang trading yang lusinan, tapi belum pernah dicoba trading. Atau trading saham, lalu ganti forex, lalu ganti komoditas, lalu ganti lagi dst, dst. Trader Pro hanya menggunakan teknik satu-dua saja. Suatu hari mungkin lebih baik dari hari lainnya, dan ini berlaku di semua jenis perdagangan, tapi mereka tidak pernah berkeinginan untuk menggantinya dgn sistem yang lain. Sebuah teknik yang rata-rata, jika dilakukan dengan fokus dan konsisten, akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan teknik yang terus diganti tiap minggu. Secara kasar, temukan sebuah teknik yang profitable, lalu gunakan sampai mati
. Rumput tidak lebih hijau diluar pagar. Pelajari pasar, perbaiki pendekatan personal anda terhadap pasar, gunakan terus.
# 4: Atur OP anda dengan baik.
Tanpa kecuali, semua trader berpengalaman pasti menyerukan pentingnya stop loss. Tapi saat anda trading, anda akan tahu betapa pikiran kita menyerukan sebaliknya saat waktunya stop loss tiba. Anda akan secara rasional berkata "Nanti juga balik lagi", "ah ini kan cuma sementara" "ntar aja deh kalo sudah break even saya tutup, plis". Anda pasti sering mendengar – anda berbicara sendiri bahwa OP anda salah. Lalu membiarkan kesalahan itu, tak satupun hal itu benar, berikutnya yang bisa anda tahu hanyalah anda mendapat kerugian yang lebih besar. Semua orang pernah mengalami hal ini saat belajar. Trader yang sukses, tahu kapan harus masuk dan keluar dari pasar. Dan mereka patuh pada ketentuan yang mereka buat sendiri, tak peduli apakah keluar dalam keadaan profit atau rugi.
# 5: Menjaga emosi selalu netral.
Trader yang sukses tidak mendongakkan kepala saat mereka menang, dan tidak menunduk saat mereka kalah. Menerima kekalahan sebagaimana menerima kemenangan. Bedanya dalah bagaimana anda menyikapi emosi anda saat profit maupun loss. Pasar bergerak naik-turun-datar, tapi trader yang sukses tidak menendang kucing di jalan ato membanting pintu kamar saat kalah
, tidak juga langsung beli Honda Jazz terbaru saat menang misalnya, walaupun hal itu boleh saja. Trader sukses tidak akan membiarkan emosinya naik turun meskipun gejolak di pasar naik turun. Menjaga emosi selalu netral adalah kunci sukses seorang trader. Trader pemula sering “terbakar” api cemburu, upss, maksudnya terbakar semangatnya atau malah dendam membara. Pergerakan pasar boleh naik-turun, tapi jangan emosi anda . Simpan emosi anda untuk sesuatu yang berguna di dunia nyata, misalnya keluarga, pacar, teman-teman bukan untuk trading. Boleh saja anda bersemangat untuk bisa beli rumah ato mobil. Setiap usaha ada balasannya.
# 6: Trading tanpa kepastian.
Trader yang sukses bisa menerima resiko. Mereka tahu bahwa mereka tidak bisa menunggu kepastian bahwa OP yang akan mereka lakukan akan menghasilkan profit sebelum OP itu sendiri di eksekusi. Mereka mengantisipasi pola gerak harga dan kejadian. Cara berpikir ini sangatlah sulit bagi trader pemula. Trader pemula ingin semua fakta ada baru bisa OP, dan saat itu sebenarnya peluang sudah berkurang atau bahkan hilang. Saat akhirnya trader pemula ini OP, baru deh bingung, kok tidak bekerja sesuai harapan. Jika anda pergi ke kota dan anda ingin agar semua lampu lalu lintas menyala hijau terlebih dahulu sebelum anda berangkat, maka anda tidak akan kemana-mana. Terimalah fakta bahwa anda tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi, buktikan untuk mengetahuinya. Terima dan aturlah resiko yang mungkin terjadi.
# 7: Membuat jurnal trading.
Trader sukses mempunyai jurnal tarding, dan memerikasanya secara berkala, sebagai cara mereka untuk memperbaiki pendekatan mereka terhadap pasar. Banyak hal berharga yang dapat anda temukan dari kekalahan anda. Terkadang, anda akan dapat dengan mudah mengidentifikasi pola yang menyebabkan kekalahan anda. Trader sukses tidak melihat trading jurnal dari profit atau lossnya, melainkan hasil keseluruhan. Anda pernah kalah, bukan berarti anda losser, anda pernah menang bukan berarti anda winner. Trader sukses menggunakan jurnal trading untuk mengukur diri mereka sendiri secara obyektif. Mereka tahu aktivitas trading akan memberikan hasil (baik dan buruk), dan hasil itu mempunyai informasi luar biasa tentang trading itu sendiri. Jurnal trading memberikan kunci untuk meningkatkan aktivitas trading mereka. Selalu berikan catatan dalam setiap OP anda, dan periksa selalu jurnal trading anda. Hal ini akan membuat anda lebih baik dalam trading.
Komentar
Posting Komentar